05 July 2007

Awas, Hadiah Undian Tipu

Aksi penipuan lewat undian berhadiah kian marak. Kebanyakan korban dari daerah yang memang sulit untuk mengecek keabsahan undian.

Riza Sofyat, Kartina Ika Sari, dan Budi Supriyantoro

Hati siapa tak suka bila tiba-tiba dapat hadiah gede. Itu pula yang dirasakan antara lain oleh Dewi Marisa, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kompleks Perumnas 3 Bekasi, Jawa Barat. Pada awal Januari 2003, Dewi menerima surat yang mengabarkan bahwa dirinya memenangi undian susu SGM. Hadiahnya, lumayan, sebuah mobil sedan Toyota Starlet berharga Rp 198,6 juta.

Untuk itu, Dewi diharuskan membayar pajak hadiah sebesar 25 persen atau senilai Rp 49,5 juta. Pajak ini bisa dicicil tiga kali. Selain membayar angsuran pajak hadiah, Dewi juga diminta mengirimkan foto kopi KTP selambat-lambatnya tiga hari setelah menerima surat pemberitahuan sebagai pemenang undian.

Tak sedikit pun Dewi mencurigai hadiah tersebut. Apalagi surat pemberitahuan tadi berlogo susu SGM, yang diproduksi PT Sari Husada, berikut nama penyelenggara undian. Karenanya, Dewi, yang bersuamikan seorang pengusaha kontraktor, segera mengirim uang cicilan pertama sebesar Rp 8 juta ke sebuah rekening bank milik seseorang.
Dewi tak sempat pula memikirkan bagaimana dia bisa dapat hadiah. Seingatnya, dia belum pernah mengirim surat ataupun kupon undian susu SGM. Tapi, pikirnya, mungkin kerabat atau temannya yang mengirimkan kupon undian atas namanya.
Belakangan, barulah Dewi berpikir berulang kali setelah dia mengecek ke PT Sari Husada. Ternyata, hadiah yang dikabarkan itu tipuan belaka.

Seperti Dewi, Heri A., warga Dusun Bugis Selatan di Pakis, Karawang, Jawa Barat, juga pernah menerima surat pemberitahuan sebagai pemenang undian. Melalui surat yang diterima pada 29 Januari 2003, Heri dikatakan memperoleh hadiah Rp 100 juta dari undian Gebyar Bea Siswa susu SGM. Heri diminta membayar pajak hadiah sebesar 25 persen.

Heri memang tak sekaget Dewi, lantaran ia mengaku pernah mengirim kupon undian SGM. Masalahnya, dalam surat itu disebutkan bahwa uang pajak harus dibayar hari itu juga. Heri segera menelepon H. Arief Rahman, yang disebutkan sebagai penanggung jawab undian. Orang ini bilang, tak usah khawatir. Sebab, hadiah masih bisa diambil pada hari berikutnya.

Lantas Heri mendatangi alamat penanggung jawab undian itu. Ia bermaksud membayar uang pajak, sekaligus mengambil hadiah besar itu. Ee, Arief Rahman mengatakan bahwa hadiah buat Heri sudah disumbangkan ke Departemen Sosial.

Tentu Heri kecewa. Tapi ia tak bisa memprotes, kecuali menulis surat pembaca di sebuah koran terbitan Ibu Kota. Setelah itu, muncul jawaban PT Sari Husada, juga di kolom surat pembaca koran tadi. Pihak SGM menjelaskan bahwa hadiah undian yang dikabarkan dimenangi Heri itu palsu. Menurut SGM, nama Arief Rahman juga tak ada di lingkungan PT Sari Husada. "Saya jadi bersyukur karena tak jadi tertipu," ucap Heri.

Sebenarnya, aksi penipuan dengan mendompleng undian ala susu SGM sudah ditanggapi oleh PT Sari Husada melalui iklan di beberapa surat kabar terbitan Jakarta, pada akhir Januari 2003. Menurut Marketing Manager PT Sari Husada, yang enggan dicantumkan namanya karena takut dicatut oleh komplotan penipu undian, dengan iklan ini diharapkan konsumen waspada dengan berbagai aksi undian tipu.

Kata Eka Buana Putra, Direktur Utama PT Missi Idea Selaras selaku penyelenggara undian Gebyar Bea Siswa SGM, modus penipuan undian susu SGM tergolong kasar. Pelaku memalsu logo SGM serta kop surat dari beberapa instansi perizinan, seperti Departemen Sosial, Dirjen Pajak, dan Kepolisian. Pelaku juga meminta uang pajak undian yang harus dibayar di muka—hal yang tak berlaku pada model undian SGM.

Memang, PT Sari Husada pernah menyelenggarakan undian berupa Program Gebyar Bea Siswa SGM 3. Namun menurut marketing manager di atas, undian ini telah ditutup pada 16 November 2002 dan diundi di hadapan notaris pada 16 Desember 2002. Hasilnya, hadiah Gebyar Bea Siswa SGM 3 untuk 333 anak berusia 1 sampai 5 tahun masing-masing berupa bea siswa antara Rp 100 ribu dan Rp 1 juta.

Setelah iklan tadi, pengaduan konsumen tentang hadiah tipuan lantas berkurang. Tapi, pada April 2003, pengaduan serupa merebak lagi. Karena itu, PT Sari Husada kembali memasang iklan senada pada 5 Mei 2003.

Selain itu, PT Missi Idea Selaras juga diminta untuk secepatnya memusnahkan sisa kupon penarikan undian. Agaknya produsen susu SGM khawatir kalau-kalau sisa kupon bakal disalahgunakan oleh komplotan penipu. Tiga hari kemudian, pada 8 Mei 2003, sebanyak 77 karung berisi kupon undian dimaksud dihancurkan oleh PT Missi Idea Selaras.

Kekhawatiran PT Sari Husada tidaklah berlebihan. Sebelumnya, modus me-manfaatkan sisa kupon undian pernah menimpa PT Frisian Flag Indonesia, produsen susu cap bendera. Para pelaku diduga memperoleh berkarung-karung kupon bekas undian susu bendera dengan membeli dari para pemulung. Seharusnya sisa kupon undian ini dimusnahkan.

Yang terjadi kemudian, komplotan pelaku lantas ”membisniskan” nama dan alamat para pengirim kupon undian susu bendera. Akibatnya, banyak konsumen susu bendera jadi korban. Salah seorang di antaranya, Sariyem, warga Desa Tempel Kulon di Cilea, Indramayu, Jawa barat.

Pada 21 Maret 2003, Sariyem memperoleh surat yang mengabarkan dirinya memenangi undian berhadiah ONH Plus II. Sariyem diminta pula untuk segera mengirim uang pajak hadiah ini. Di dalam surat itu disebutkan pula bahwa hadiah bisa dialihkan ke orang lain bila Sariyem tak mengambilnya sampai tanggal 26 Maret 2003.

Namun, baru pada 27 Maret 2003, Sariyem bisa mengirim cicilan pertama uang pajak hadiah sebesar Rp 3 juta ke rekening atas nama Iskandar Syah di BCA.
Ternyata, sejak itu Sariyem tak menerima kabar lagi tentang nasib hadiah ONH Plus untuk dirinya. Dia baru menyadari penipuan itu setelah mengirim surat ke PT Frisian Flag. Produsen susu bendera ini mengatakan bahwa surat pemberitahuan pemenang undian yang diterima Sariyem adalah palsu.

Belakangan, komplotan penipun undian susu bendera tercium oleh Polda Metro Jaya. Namun, pada 4 April 2003, baru satu dari empat anggota komplotan itu yang berhasil diringkus polisi. Pelaku ini, Aliyas, 25 tahun, ditangkap polisi ketika ia hendak mengirim ratusan surat pemberitahuan hadiah kepada para calon korban di kantor pos besar di Pasar Baru, Jakarta.

Menurut Sularsih, konsultan hukum di Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), kebanyakan korban penipuan ala undian berhadiah memang jarang mengecek keabsahan hadiah tersebut. "Sebaiknya kejelasan undian itu ditanyakan dulu ke penyelenggaranya. Jangan buru-buru kepincut dengan hadiahnya," ujar Sularsih.

Sepanjang tahun ini, kata Sularsih, YLKI menerima banyak pengaduan menyangkut penipuan hadiah. Kasusnya tak hanya menyangkut undian susu SGM dan susu bendera, melainkan juga produk Unilever, permen Relaxa, Telkom, Satelindo, dan BCA. Sebagian besar korban tinggal di daerah, antara lain Jawa Barat dan Jawa Timur.

www.majalahtrust.com/indikator/kronik/247.php

4 comments:

Rodrigo said...

Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Se você quiser linkar meu blog no seu eu ficaria agradecido, até mais e sucesso. (If you speak English can see the version in English of the Camiseta Personalizada. If he will be possible add my blog in your blogroll I thankful, bye friend).

Camiseta Personalizada said...

Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Se você quiser linkar meu blog no seu eu ficaria agradecido, até mais e sucesso.(If you speak English can see the version in English of the Camiseta Personalizada.If he will be possible add my blog in your blogroll I thankful, bye friend).

Projetor said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Projetores, I hope you enjoy. The address is http://projetor-brasil.blogspot.com. A hug.

Anonymous said...

I read about it some days ago in another blog and the main things that you mention here are very similar